Negosiasi merupakan mekanisme penting untuk mengatur kontrak-kontrak konstruksi. Manajer proyek sering menemukan diri mereka sebagai peserta dalam negosiasi, baik sebagai negosiator utama atau sebagai penasehat ahli. Negosiasi ini bisa menjadi kesempatan penting yang kompleks dan sering hadir dan risiko bagi berbagai pihak yang terlibat.
Sebagai contoh, negosiasi kontrak kerja dapat melibatkan isu-isu seperti tanggal penyelesaian, prosedur arbitrase, kompensasi kerja item khusus, tunjangan kontingensi serta harga keseluruhan. Sebagai aturan umum, faktor-faktor eksogen seperti sejarah kontraktor dan iklim ekonomi secara umum dalam industri konstruksi akan menentukan hasil negosiasi.